 | Sugeng rawuh - Selamat datang - Welcome | Nov 29, 2005 |
|  | It's not a question of better or worse. The point is, not to resist the flow. You go up when you're supposed to go up and down when you're supposed to go down. When you're supposed to go up, find the highest tower and climb to the top. When you're supposed to go down, find the deepest well and go down to the bottom. When there's no flow, stay still. If you resist the flow, everything dries up. If everything dries up, the world is darkness.
Abandon the self, and there you are.
- from "The wind up bird chronicle" by Haruki Murakami |
|  |
pentax (k200d + 28/2.8) |
|  | K1000 + Pentax 28/2.8 + Fuji Superia Extra 400 |
Kok ya maling itu kurang ajar banget. Ditinggal beli bensin sebentar. Pintu pagar dan rumah tertutup, tapi tidak terkunci. Pas pulang, 2 tas kamera (beserta isinya) udah raib dari tempatnya
Kejadiannya Jumat 4 Juli 2008, sekitar jam 6 pagi. Anak2 masih bobok, ibunya sibuk di dapur.
Daftar yang hilang :
1) Dalam tas Lowepro 150 EX :
Olympus E-500 No Seri A 80507935 Zuiko 14-54 / 2.8 - 3.5 No Seri masih dicari (beli di Mas Slamet Ameck) Zuiko 40-150 / 3.5 - 4.5 No. Seri 136245547
Flash Metz 36 C-2 Filter Kenko CPL Filter Tian Ya GND & Grad Tobacco + ring 58 & 67 + holder
Memory Card 1 GB Sandisk Ultra II Memory Card 1 CB Kingston
2) Dalam tas Eiger
Pentax MX (beli di Oom Budi Krisnawan) -No Seri 4370553 Pentax 50 / 1.7 - No Seri 6320148 + Filter Hoya K2
1 roll Ilford Delta 400 1 roll Lucky SHD 100
1 roll Ilford Delta 400 dalam kamera, udah terexpose separuh di pasar burung.
3) Handycam Panasonic NV - GS57
|  | Pertama kali liat edisi Eric Clapton di toko buku Periplus Juanda, tahun 2007 kemaren. Rada mahal, Rp 90k.
Trus pas jalan-jalan di Pasar Festival Kuningan ternyata banyak dijual edisi-edisi lama. Bandrolnya Rp 45k. Pas dibawa ke kasir dikasih diskon lagi, jadi sekitar Rp 25k.
Lumayan buat dibaca-baca. Isinya macem2. Ada wawancara, kisah legendaris, the making of album, sampe konsep cover album. Misalnya di edisi Iron Maiden ada cerita "Eddie", si maskot band. Sementara edisi Hero Meets Hero berisi wawancara gitaris oleh gitaris lain, seperti James Hetfield mewawacarai Tony Iommi.
Fotonya banyak, lama dan klasik. Sementara bagi yang seneng maen gitar, ada tabulasi gitar beberapa lagu terkenal dari artis yang bersangkutan.
Berikut 6 edisi yang kupunya. |
|  | Hunting analog bareng arek2 FN Malang |
|  | Festival Malang Kembali (The Old Festival) merupakan puncak rangkaian acara peringatan HUT Malang yang pada tahun 2008 ini telah berusia 94 tahun. |
|  | Festival Malang Kembali (The Old Festival) merupakan puncak rangkaian acara peringatan HUT Malang yang pada tahun 2008 ini telah berusia 94 tahun.
|
|  | finally, beli scanner :) pilih canon 4400f, yang murmer saja. untuk jangka panjang lebih hemat dibanding scan di fuji image plaza ( 1 roll = rp 25 rb )
palet 15 - 16 - 17 - 18 - 19 itu foto2 lama. di scan ulang, buat dicompare sama scan di lab fuji. hasilnya gak beda jauh, imo.
kangen efek glow, pilemnya pake lucky shd 100 |
|  | Pada hari Sabtu, 15 April 2007 telah diselenggarakan Pesta Band Indie dalam rangka memeriahkan ultah Kodya Malang ke 94. Berlangsung di sepanjang Jalan Kahuripan (di antara alun-alun bundar dan stasiun Malang), acara ini diselenggarakan serempak pada 20 panggung dan diikuti oleh 120 band.
Karena satu dan lain hal saya baru dapat menuju lokasi acara pada jam 13:00, padahal acara dijadualkan mulai pada jam 08:00.
Dan ternyata sebagian besar stage telah kosong melompong. Masih untung ada 2 band tersisa yang masih manggung. Jeprat jepret beberapa frame sambil ndengerin mereka main lagu2 classic rock.
Rock n roll, Paranoid, Smoke on the Water ...............
|
|  | Nganterin Rafi mewakili sekolahnya ke lomba dalam rangka Maulid Nabi. Ternyata ada bintang tamu Kak Ria Enes dan Susan. Masih seperti dulu, manis dan lucu. |
|  | - i've got a strong urge to fly but i've got nowhere to fly to - Pink Floyd
memang susah kalau terlalu banyak yang ingin diungkapkan
untuk mengurai satu persatu tak tahu harus mulai dari mana serasa semua mendesak untuk dibuka
kadang terfikir untuk mengumpulkan semua jadi satu lalu menuangkannya dalam sepatah dua kata singkat
seringkas peluit kereta api : kereta segera berangkat, pengantar silakan turun, mohon mundur dari jalur rel ......
namun ternyata itu juga tidak sederhana
|
|  | pengennya ngabisin 1 roll moto urban wildlife, tapi sering gak sabar kalo ada yang menarik. ya ini jadinya. rol yang sama dengan la gatica kemaren. masih ei 1600, masih grainy, masih ilford hp5 plus. |
|  | Maunya bikin seri animal on the street .............
Ilford HP5 Plus, TMax Dev (1+4) 9.5 minute @ 20C. Grainy entah karena EI 1600 atau agitasinya terlalu kenceng. |
|  | Puisiku
Aku berjalan mendekati jendela dan nampak sebuah lorong yang disesaki jemuran. Ada becak lewat, pedagang sayur lewat. Waktu melenggang seperti siaran berita yang sayup terdengar dari kios rokok. Di persimpangan orang-orang asyik berjoget. Matahari mulai condong ke barat. Aku teringat pada sebuah puisi yang bercerita tentang makna kemerdekaan. Aku teringat pada seorang penyair yang lama terlupakan. Segeralah aku meluncur ke jalan raya. Menyusuri trotoar, menyambangi pasar dan terminal, memungut apa sajayang tersisa dari sampah dan limbah pembangunan.
Puisiku jarang sekali menyapa penyapu taman, penjaga pintu kereta, kondektur bis kota atau penarik ojek. Bahkan puisiku tak pernah menolong penganggur atau membantu pengemus menyekolahkan anak-anaknya. Puisiku, seperti juga pemerintah, sering lupa bertanya kenapa ada bayi dibuang ditong sampah, kenapa ada tubuh manusia dipotong-potong seperti kelinci, kenapa banyak banjir dan gempa bumi, kenapa banyak preman menjadi bupati, banyak pedagang menjadi menteri, dan banyak kyai cengengesan di televisi. Puisiku, seperti juga birokrasi agak ruwetdan sulit dipahami. Dan seperti juga para wakil rakyat, jangan-jangan puisiku hanya sibuk dengan dirinya sendiri.
Tiba-tiba aku teringat pada sebuah lagu dangdut tentang hak asasi. Juga pada penyanyinya yang seksi. Ketika aku mendekati jendela lagi kulihat kampung-kampung digusur, rumah-rumah susun dibongkar. Anak-anak menangis, ib-ibu menjerit, sedang para pemuda tanggung melempari aparat keamanan dengan batu. Waktu seakan bergoyang. Angin berhembus kencang dan matahari menurunkan layar petang. Langit memerah seperti wajah mereka yang dirampas, seperti amarah mereka yang dijarah. Seorang tukang cukur nampak lelap tertidur dibawah naungan beringin yang subur. Senja bergeser pada malam. Lampu-lampu menyala dan sepi tumpah di halaman kelurahan.
Puisiku kadang luput menyalami pedagang asongan, penambal ban atau pemulung barang bekas. Bahkan puisiku tidak pernah menemani buruh tani menebus obat di apotik atau mendampingi kuli bangunan melunasi tagihan rumah sakit. Puisiku, seperti juga partai politik, sering malas bertanya kenapa masih banyak rakyat yang kesusahan. Kenapa harga-harga terus dilambungkan, kenapa minyak tanah menjadi barang langka, kenpa harus mengimpor beras dari negara tetangga. Kenapa sawah-sawah malah dijadikan pabrik, kenapa hutan-hutan yang terbakar tidak kunjug dipadamkan dan semburan lumpur panas kian berkobar. Puisiku, seperti juga pemilu, tentu saja bukan jawaban. (Acep Zamzam Noor) ----------------------------------- Pentax MX + Pentax 35/2.8 + TMax 400 EI 800 TMax Dev (1+4) 7 minutes @ 20C ----------------------------------- 7 poto terakhir Ilford HP5 Plus EI 1600 sisa naik kereta api Pentax MX + Pentax 50/1.7 T Max Dev (1+4) 9.5 min @ 20 C
----------------------------------- |
|  | Pak RT sedang sakit. Karena dianggap sebagai sesepuh, maka Wonokairun ditunjuk untuk mewakili memberikan sambutan pada suatu acara di kampungnya.
Sambil menggerundel, ia naik panggung. Dan inilah yang dikatakannya :
"Bapak2 Ibu2 sekalian, hari ini saya tidak akan berpidato panjang lebar. Karena kalau terlalu panjang kasihan ibu2. Sedangkan kalo terlalu lebar yang kasihan adalah bapak2."
Habis bicara begitu, Wonokairun langsung nyelonong turun panggung. Sementara warga terbengong-bengong
----------------------------------------------------------------- Pentax K1000 + 20mm f/4 + Fuji Superia |
| |